Friday, October 13, 2006 |
Cukup Sekali Merasakan |
Semua orang pasti setuju masakan padang adalah santapan sejuta umat. Masakannya yang kaya rempah akan selalu membangkitkan selera orang untuk menyantapnya. Bila dibandingkan dengan masakan Sunda atau Gudeg Yogya yang bagi sebagian orang dianggap terlalu manis, masakan padang dapat dijadikan pilihan. Rasanya tidak salah apabila dikatakan bahwa citarasa masakan padang cukup netral di lidah masyarakat Indonesia. Rumah makan padang dapat ditemukan di mana saja. Mulai dari pojok gang kecil, pinggir jalan, sampai ke dalam pusat perbelanjaan mewah di Jakarta. Mahasiswa yang nge-kos akan makan ayam pop di rumah makan padang yang terletak di samping rumah kosnya. Karyawan kantoran pun akan selalu menyuruh OB (office boy) –nya untuk membelikan rendang di kantin. Tidak jarang pula, acara berbuka puasa juga diadakan di rumah makan padang. Rumah makan padang favorit saya adalah Sepakat. Rumah makan ini dahulu berada di dalam pasar Melawai Blok M lantai 3. Namun karena terjadi kebakaran pada tahun 2005, lokasi rumah makan ini pindah ke dekat pintu masuk Pasar Melawai Blok M. Rumah makan ini selalu ramai dikunjungi. Pada jam-jam sibuk, jangan harap bisa menyantap rendang atau ikan bakar favorit kita. Pukul 1 siang, biasanya menu-menu andalan tersebut sudah ludes dimakan api orang. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif bila dibandingkan dengan rasanya yang mak nyusss.. Sepotong rendang dihargai Rp 7.000 dan kita cukup mengeluarkan Rp 6.000 untuk menikmati ikan bakar. Kamu penggemar gulai? Tenang saja, gulai kepala ikan hanya dibandrol Rp 25.000. Sambal hijaunya juga enak, pedasnya pas dan tentu saja, menjadi “mesin” tambahan yang memacu kita untuk berkata “ Uda, tambo ciek!” (Benar gak sih tulisannya?) Di bilangan arteri Pondok Indah, ada sebuah rumah makan padang yang selalu ramai pengunjung. Restoran Garuda namanya. Dilihat dari mobil-mobil yang parkir, rumah makan itu sepertinya termasuk rumah makan padang kelas elite. Tidak jarang saya melihat ada patroli polisi yang berjaga di depan rumah makan tersebut. Saya yang selalu melewati tempat tersebut saat pergi ataupun pulang kuliah akhirnya penasaran. Pulang kuliah kemarin saya dijemput Mama karena akan membeli berbagi keperluan lebaran. Loh, Lebaran kan masih lama? Iya, saya juga tahu. Sebenarnya ini merupakan siasat menghadapi kenaikan harga menjelang Lebaran. Di Carrefour Permata Hijau kami membeli sirup, kue-kue kaleng, susu, minyak goreng, dll. Semua barang-barang tersebut dikenai potongan harga, makanya kami memborongnya sebagai “tabungan” membuat parcel untuk karyawan Mama. Setelah memasukkan semua barang belanjaan ke dalam mobil, Mama berkata “Put, nyoba Garuda, yuk” “Ayo, mau beli apa buat buka puasa?” kata saya. “Gulai kepala ikan mau, tak?” “Terserah Mama aja, aku gak suka kepala ikan” balas saya.
Sampai di Restoran Garuda, suasana masih sepi. Saya memandang interior rumah makan tersebut yang-pantas-saja-banyak-kalangan-elite-yang-makan-di-situ. Semua meja memakai taplak meja dengan aksen lipat seperti yang biasa kita lihat di acara resepsi pernikahan. Kursi-kursinya juga diberi sarung berwarna putih gading. Ruang makannya terdiri dari dua lantai dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Pelayannya ramah dan rapi. Pelayan laki-laki selalu memakai baju koko putih, celana panjang hitam, dan sarung kotak-kotak yang dililitkan di atas celana. Tidak lupa sebuah peci bertengger di atas kepala. Pelayan wanitanya mengenakan kerudung hijau yang dipadukan dengan bawahan dan kemeja warna senada. Bonafit, pokoknya!
Sambil menunggu gulai kepala ikan dibungkus, Mama saya mewawancarai salah satu pelayan di rumah makan tersebut. “Lagi sepi ya, Pak?” tanya Mama saya. “Iya Bu, kan masih jam 3, nanti ramai menjelang waktu berbuka” kata pelayan laki-laki tersebut. “Menerima pesanan juga, Pak?” selidik Mama, lagi. “ Iya Bu, ini lagi ada pesanan dari Kejaksaan Agung 600 box. Biasanya menteri juga suka pesan di sini. Pak Fahmi Idris itu langganan tetap juga, Bu” “Oooo...” gumam saya dan Mama sambil mengganguk-anggukan kepala.
Tidak berapa lama kemudian, gulai kepala ikan sudah dibungkus dalam kemasan karton yang mewah. “Ini Bu, gulainya” kata pelayan tersebut sambil menyerahkan bon. “Berapa, Pak?” tanya Mama saya. “50 ribu, Bu” jawab dia. Apaaaaaaaaaaaaaa??????????????( tentu saja saya hanya berteriak dalam hati) Mata saya berpandangan dengan Mama dengan ekspresi buset-dah-ku-tertipu-lagi. Saya pun berusaha keras menahan untuk tidak tertawa di depan pelayan tersebut.Saat kami sudah di pelataran parkir, tawa kami pun akhirnya lepas juga. !@#$%^&* 50 ribu??? Itu makan saya di kampus selama 5 hari,tuh!  Seperti apa, sih, tampang gulai kepala ikan seharga dengan voucher Simpati saya? Ukuran kepala ikan kakap merah tersebut memang besar. Tapi, rasanya mata kakap merah tersebut menatap saya dengan pandangan Puas-puasin-deh-loe-makan-gw! Cukup sekali saya mampir di Restoran Garuda. Saya tidak tahu apakah harga tersebut rasional bila dibandingkan dengan rasanya. Dari daftar yang saya lihat, harga masakan lainnya juga terbilang cukup fantastis. Nasi putih dengan tipe ekonomi atau VIP ( elite, kan?) dihargai Rp 6.000. Bila dibungkus, harganya menjadi Rp 9.000. Ikan asin bumbu arsik dihargai Rp 16.000. Es teh manis dihargai Rp 6.000. Sambal udang Rp 19.500. Telur dadar Rp 6.500. Susah deh makan di rumah makan elite, padahal rumah makan padang di bulan kan tidak semahal ini kan?  50 ribu???? Buseeettttttttt….
|
posted by farahPutri @ 06:41   |
|
19 Comments: |
-
Makanan paling dihindari mahasiswa tuh..1 secara dikampus ga ada yg jualan itu..!
duh.. nyesel yah?
-
kejadian lagi kaya postingnya si zam nih... kejebak harga.. wekekeke.. :p
-
warung padang dideket kantor, ikan bakar= Rp 6000, telur dadar= Rp 3000 hehehe,,,
waah jd pengen nasi padang =p~
-
gimana rasanya dengan harganya cocok ngga? kita bermain-main dengan logika matematik jika rasa > harga hasilnya pantas harganya segitu jika rasa < harga....wah kebangetan tuh....
-
cuma mo bilang rindu hohoho
btw2, es teh manis di warung podjok rp 1oooo lho, gimana gule kepala ikannya ya?
-
nah !! gw liad lo pas maw masuk ke garuda !! brarti gw ga salah liad !! ^^
wkakakakaka !! makanyaa jgn di garuda, mendingan paceng >> padang goceng yg di binus.. tapi ga ada gulai kepala ikan sii, trus bukan langganann nya fahmi idris.. hanya langganan anak binus, apalagi buat bukpus..
tapi masakan padang emang paling bikin orang gendut !!! maw nya nambah nambah nambaaaah.. paling enak ayam pop nyaa tuh lagi panas panass slurrrrp (loh ?? salah ekspresii)
-
wih itu garuda emang terkutuk...menggusur bisnis restoran Sederhana di arteri, yang karyawannya baek2 T_T dan jauh lebih enak makanannya dibanding Garuda. gw jadi inget pas mereka mau tutup, miris2 banget mukanya "Mas, makasih ya udah sering makan disini" hiks....
-
makanya kalo makan makanan padang langsung ke padang...haha ini org padang berbicara...
10.000 kenyang...tp kalo mo yg mahal jg bisa. Kalo di Jakarta yg terkenal Restoran Sederhana kalo ga salah, harganya bener2 ga kira2 tu...
-
Di Padang koq nggak ada warung makan Padang ya? ::minggat::
-
tapi kan emang makanan di garuda mantap - mantap...
ya.... secara (menyebut 'ra'nya dengan penekanan khas orang bandung) kepala ikan kakap beli mentahnya aja udah mahal, ditambah bumbu - bumbu cinta yang menggoyang lidah dan menggelitik hidung, emang wajar dihargai segitu...
*sial, aku jadi ingin pulang ke jakarta! elo sih!*
btw, masakan sunda itu gak manis loh... kecuali dendeng, gepuk, sama sayur kacang... =P
-
busseeettt dah!!..
daripada gulai kepala ikan mendingan rendang daging ajah! =P
-
hahaha... siapa tau lo ga perlu makan selama 5 hari...
*kabuuurr
-
gw belom pernah ke Garuda disini tapi kalo Sederhana cukup seringlah... memang harganya tidak se'sederhana' namanya... mengutip perkataan orang lain: "Hati2 judul bisa menipu" hehehe...
-
mama-mu psti bisa bikin yg lebih enak :D
-
mengenai judul rumah makan dr comment rzk klo bikin rumah makan mu gua kasih nama "RUMAH MAKAN TERSERAH" ah.. jadi klo ada yang mu makan ngobrol, "eh, mu makan dimana?" "TERSERAH!" hehehe...lakukan?
-
Waaahh... Garuda itu enak banget. Yaaa... kepala ikan di mana2 emang mahal lagi:D. Tapi enak kan?
-
legaaaaaa bgt ga doyan yang namanya kepala ikan hihi ,ngliat matanya mlotot gitu ga sampe ati nyaplok kepalanya ikan :P bwahahaha
smoga harga 50rb sesuai dgn harganya non ;)
-
Wayooi..enaknya sih iya.. tap..itu..harganya...merobek kantong. Gimana kalau ada alternatif lain, yg rasanya enak. Iya... cita rasa padang asli, sekali dicoba tetap disuka. Enak dilidah pas dikantong. Kalau anda jalan2 ke Bogor silahkan mampir ke Rumah Makan Padang Syakura jl. Pandu Raya 192 B. Insya Allah tidak kecewa.
-
wkwkwkkkk... mantap... mantaps...
|
|
<< Home |
|
|
|
Makanan paling dihindari mahasiswa tuh..1
secara dikampus ga ada yg jualan itu..!
duh.. nyesel yah?